Dua sisi kehidupan manusia
Inilah kehidupan, seimbang dan dinamis. Disatu sisi sekelompok manusia sedang terlena oleh kebahagiaan dan disisi yang lain, sekelompok manusia sedang merasakan kesedihan yang luar biasa. Kira-kira perasaan inilah yang saya rasakan hari ini.Siang tadi setelah latihan thifan, saya dan teman-teman KAMMI (sembilan orang) menghadiri undangan pernikahan. Tak tanggung tanggung tiga undangan dalam satu hari. Undangan yang pertama dari brother Ery. dia adalah seorang dokter muda lulusan universitas mulawarman. Pernikahannya berlangsung di gedung serbaguna Gor sempaja.
Setelah dari pernikahan brother Ery, saya dan teman-teman beralih ke acara pernikahan brother Aris. Pernikahan dengan seorang muslimah yang saya kenal sebagai senior saya dikampus juga sempat menjadi pembimbing spritual saya ketika masih di sma dulu.
Pernikahan yang dilangsungkan di aula man 2 model Samarinda ini mengingatkan saya kembali ketika saya masih berstatus pelajar.
Setelah beberapa saat berbincang dengan rekan-rekan seperjuangan dan menikmati lirik lagu dari dua pemuda ganteng namun masih bujang (namanya gak usah tahu yah:) saya melanjutkan perjalan ke tempat pernikahan brother Hude.
Perjalanan yang cukup jauh dari Samarinda ini paling berkesan. Disamping karena jalannya yang cukup jauh dan rusak parah, juga karena brother Hude yang paling dekat dengan saya dan teman-teman KAMMI.
Ketiga pernikahan yang saya hadiri membuat saya bahagia dan bersemangat ingin segera menyusul…(kapan yah?)
Sepulang dari pernikahan brother Hude, kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Dari kejauhan nampak gumpalan asap membumbung hampir menutupi keindahan dan kemegahan masjid Islamic Centre. Tepatnya ketika saya dan brother johandri melintasi jembatan Mahakam. Tiba-tiba saja saya melihat gumpalan asap yang saya perkirakan tidak jauh dari masjid termegah dan terbesar diasia tenggara ini.
Segera kami menuju lokasi kebakaran. Tepatnya di jalan meranti, kelurahan karang anyar kecamatan sungai kunjang. Sesampainya kami, api sudah padam. Namun Nampak empat unit mobil petugas kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa kobaran api.
Ratusan orang memenuhi jalan masuk lokasi kebakaran. Entah karena hanya sekedar ingin tahu alias penasaran atau malah mereka adalah salah satu korban kebakaran. Tapi kami bukan dari kedua alasan diatas. Salah satu kader KAMMI yang dipimpin saudara Johandri sekarang bermukim tidak jauh dari lokasi kebakaran. Ternyata aman!.
Setelah mengambil beberapa gambar sebagai dokumentasi, kami putuskan segera pulang. Ditengah perjalanan itulah saya berfikir akan dua sisi kehidupan kita yang harus terus kita syukuri…


