"ketika engkau berbuat maksiat, padahal engkau yakin bahwa Allah melihatmu, berarti engkau telah berani terhadap Dzat Yang Maha Agung. karena bodoh, engkau mengira Dia tidak melihatmu"

Monday, August 10, 2009

Dua sisi kehidupan manusia


Inilah kehidupan, seimbang dan dinamis. Disatu sisi sekelompok manusia sedang terlena oleh kebahagiaan dan disisi yang lain, sekelompok manusia sedang merasakan kesedihan yang luar biasa. Kira-kira perasaan inilah yang saya rasakan hari ini.Siang tadi setelah latihan thifan, saya dan teman-teman KAMMI (sembilan orang) menghadiri undangan pernikahan. Tak tanggung tanggung tiga undangan dalam satu hari. Undangan yang pertama dari brother Ery. dia adalah seorang dokter muda lulusan universitas mulawarman. Pernikahannya berlangsung di gedung serbaguna Gor sempaja.

Setelah dari pernikahan brother Ery, saya dan teman-teman beralih ke acara pernikahan brother Aris. Pernikahan dengan seorang muslimah yang saya kenal sebagai senior saya dikampus juga sempat menjadi pembimbing spritual saya ketika masih di sma dulu.

Pernikahan yang dilangsungkan di aula man 2 model Samarinda ini mengingatkan saya kembali ketika saya masih berstatus pelajar.

Setelah beberapa saat berbincang dengan rekan-rekan seperjuangan dan menikmati lirik lagu dari dua pemuda ganteng namun masih bujang (namanya gak usah tahu yah:) saya melanjutkan perjalan ke tempat pernikahan brother Hude.

Perjalanan yang cukup jauh dari Samarinda ini paling berkesan. Disamping karena jalannya yang cukup jauh dan rusak parah, juga karena brother Hude yang paling dekat dengan saya dan teman-teman KAMMI.

Ketiga pernikahan yang saya hadiri membuat saya bahagia dan bersemangat ingin segera menyusul…(kapan yah?)

Sepulang dari pernikahan brother Hude, kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Dari kejauhan nampak gumpalan asap membumbung hampir menutupi keindahan dan kemegahan masjid Islamic Centre. Tepatnya ketika saya dan brother johandri melintasi jembatan Mahakam. Tiba-tiba saja saya melihat gumpalan asap yang saya perkirakan tidak jauh dari masjid termegah dan terbesar diasia tenggara ini.

Segera kami menuju lokasi kebakaran. Tepatnya di jalan meranti, kelurahan karang anyar kecamatan sungai kunjang. Sesampainya kami, api sudah padam. Namun Nampak empat unit mobil petugas kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa kobaran api.

Ratusan orang memenuhi jalan masuk lokasi kebakaran. Entah karena hanya sekedar ingin tahu alias penasaran atau malah mereka adalah salah satu korban kebakaran. Tapi kami bukan dari kedua alasan diatas. Salah satu kader KAMMI yang dipimpin saudara Johandri sekarang bermukim tidak jauh dari lokasi kebakaran. Ternyata aman!.

Setelah mengambil beberapa gambar sebagai dokumentasi, kami putuskan segera pulang. Ditengah perjalanan itulah saya berfikir akan dua sisi kehidupan kita yang harus terus kita syukuri…

baca selengkapnya disini

Friday, August 7, 2009

Pelatihan Kepemimpinan Osis Syaichona Holil

Saya terkejut. Setengah sadar melihat jam diding yang terpasang di tembok kantor. Jelas kulihat jarum pendek menunjuk ke angka 6 dan jarum panjang menunuk ke angka 4. Hahhhh...saya belum shalat subuh. Yang tambah bikin saya bergegas ke kamar mandi karena saya belum sama sekali menyiapkan materi motivasi organisasi yang akan saya sampaikan jam 8 pagi ini.

Hari rabu kemarin, herwan salah satu staff pengajar di sma syaichona holil, yang juga junior saya di FKIP UNMUL meminta bantuan saya untuk menjadi pemateri dalam acara latihan kepemimpinan osis sma Syaichona Holil. Beruntung di kantor tempatku bekerja internet online 24 jam sehingga saya bisa dengan mudah mencari refrensi dari internet.


Saya tiba diasrama mahasiswa bontang tempat tinggal saya sekarang pukul 7.30 am. Kawatir peserta pelatihan osis menunggu lama, dan saya juga sangat yakin pasti datang terlambat, saya segera mengirimkan pesan kepada herwan bahwa saya akan datang jam 8.30. setelah mandi, saya segera berangkat ke sma Syaichona Holil.

Diperjalanan saya membayangkan anak-anak osis sudah menunggu kedatangan saya.

Sesampainya ditempat, saya melihat anak-anak santri Syaichona Holil sedang membersihkan lingkungan sekolah. yang sekaligus menyatu dengan pondok pesantren Syaichona Holil. Beberapa wajah yang saya kenal yang tak lain adalah murid-murid saya di smp Syaichona Holil tersenyum kepada saya.

Saya memarkir motor saya tepat didepan kelas sma yang kebetulan menyatu dengan kantor sma. Saya sedikit terheran melihat tidak ada seorangpun disana. "wah anak-anak belum ngumpul. Pak herwan juga kelihatannya belumdatang" kataku dalam hati.

Tak lama seorang ustadz (panggilan guru dalam bahasa arab) menghampiri saya dan mengajak saya masuk kedalam kantor sma. Selang beberapa menit, datang herwan dengan tersenyum. Rupanya anak-anak belum sarapan, jadi acara osis dipending sementara waktu samapai jam 10an samapai mereka selesai makan.

Saya tak pasti jam berapa tapi kira-kira jam 10an, acara dimulai. Sambutan dari ketua panitia, ketua osis dan acara inti.

Saya mulai menyampaikan materi. Sebagian terlihat serius, sebagian lagi sibuk ngobrol dan ada juga yang hampir tidur. Wah gimana nih. Gawat kataku..aku memutar otak agar anak-anak tidak mengantuk. Saya buat mereka tertawa, bertanya dan optimis..saya juga menambahkan dua simulasi. Simulasi yang pertama memindahkan air yang ada didalam ember kedalam botol dengan menggunakan tangan dan yang kedua memasukan polpen kedalam botol dengan tali rapiah. Mereka nampak sangat menikmati walaupun sedang panas.

Setelah simulasi dan menutup acara, saya kembali ke asrama. Karena sehari sebelumnya saya telah berjanji kepada hasbullah dan Puji untuk mengadakan shalat jumat di islamic centre, tak lama setelah sampai diasrama, saya bertiga hasbullah dan puji langsung berangkat ke islamic centre karena memang waktu shalat jumat yang sudah hampir tiba...

Shalat jumat di islamic centre bersama hasbullah dan puji

Saya melihat hasbullah dan puji terkagum-kagum melihat islamic centre. Maklum ini yang pertama kali mereka menginjakkan kaki mereka di bangunan megah dan mewah ini. Belum sempat saya mengajak mereka mencari air minum karena saya kehausan, mereka sudah berfoto-foto. Saya hamya bisa tersenyum dalam hati. Nanti setelah shalat puas-puasin kataku. Sekarang cari minum dulu. Haus nih!. Berjalan beberapa meter akhirnya saya menemukan penual es didepan masjid. Namun sayang penjual es tersebut entah kemana. Niat saya batalkan mengingat waktu.

Shalat jumat selesai, jamaah bertaburan keluar dari masjid. Kembali ke aktifitas masing-masing. Masih didalam masjid islamic centre, banyak orang yang kelihatan menikmati miniatur bangunan ini. Sebagian berfoto didepan beduk raksasa yang saya perkirakan berdiameter 2,5 meter. Sebagian yang lain berfoto di beberapa sudut masjid. Mereka bak seorang model yang sedang bergaya pengambilan gambar modl profesional. Tak terkecuali hasbullah dan puji. Sayapun juga ikut-ikutan. Walau hanya dua kali jepret menggunakan handphone saya sendiri, mereka juga mengatakan saya gaya...

Tak lama kami disana, kami akhirnya kembali ke asrama...hari yang menyenangkan...

baca selengkapnya disini

Wednesday, July 15, 2009

SBY dan semangkuk Bakso


Sejak pagi saya sudah berada di pusat kegiatan mahasiswa atau biasa kami sebut unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk menyelesaikan beberapa tugas organisasi seperti membuat desain spanduk dan baleho.
Sekitar jam1 pm, saudara saya johandri menelpon. Dia mengajak bertemu dengan bang andi malarangeng (juru bicara kepresidenan sekaligus tim sukses sby pilpres kemarin). Lewat paspampres, johandri dijanjikan akan dipertemukan dengan bang andi malarangeng di expo koperasi skitar jam 2pm. Tujuan kami bertemu adalah menyampaikan pernyataan sikap kepada presiden Negara dan menyampaikan cindramata dari kammi kaltim.
Sekitar jam 2 , saya, johandri, erdeni dan bang gunawan (ketua kammi Kalimantan) sudah berada di depan gor sempaja. Rupanya gor sempaja, tempat berlangsungnya acara peringatan hari koprasi yang ke 62 ini,

telah dipadati oleh masyarakat yang ingin melihat langsung sosok pak sby. Tak heran jika ada masyarakat yang sudah menunggu dari jam 11.00 siang tadi.
Panas dan keringat pasti dirasakan hampir seluruh orang yang menanti kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini. Beberapa kali mereka terlihat berlari mendekati trotoar ketika ada mobil yang datang. Namun beberapa mobil yang datang ternyata bukan mobil yang ditumpangi pak sby. Baru sekitar pukul 4an, rombongan presiden datang. Sby sengaja membuka kaca mobil agar bisa melambaikan tangan keluar menyapa masyarakat. Suara gemuruh teriakan terdengan riang gembira menyambut kedatangan satu-satunya presiden yang menjabat 2 kali dalam pesta demokrasi secara langsung.
Beberapa masyarakat Nampak kecewa karena hampir 5 jam mereka menunggu kedatangan sby namun tak kurang dari satu menit saja mereka melihat sosok sby dari dalam kendaraan.
Belum lagi rombongan bis yang mengangkut para pejabat negara (terlihat banyak mentri tapi saya gak hafal namanya) menghalangi pandangan masyarakat. Teriakan huuuu tek dapat dihindari..
Rupanya antusias masyarakat yang ingin melihat sby sangat tinggi. Buktinya tidak hanya kedatangannya yang disambut, tapi ketika pak sby melihat koprasi disalah satu gedung serbaguna gor sempaja, masyarakat berlarian bahkan ada yang jatuh hanya untuk melihat atau mengambil gambar sby dari dekat.
Suasana menjadi mulai tidak kondusif. masyarakat yang awalnya berjejer rapi ditrotoar menunggu sby keluar dari gor sempaja berlarian mencari tempat teduh. Walaupun cuman gerimis tapi cukup lama sehingga baju cukup basah.
Tiba-tiba saja masyarakat berhamburan berlarian menuju gedung serbaguna. Rupanya pak sby tidak berjalan melewati pintu utama pasar rakyat (expo) tetapi lewat belakang. Yah mungkin karena gerimis. Masyarakat Nampak berebut dan berjejelan mencari jalan agar bisa mendekat dengan sby. Namun sayang sekali usaha mereka sia-sia karena sby langsung memasuki gedung serbaguna. Tentu dengan pengawalan maksimal dari paspampres. Pintu gedung serbaguna ditutup sehingga masyarakat tertahan dan berkumpul di depan pintu masuk gedung.…
Cuaca semakin parah. awalnya hanya gerimis tapi sekarang hujan deras yang diikuti gemuruh suara halilintar dan cahaya petir.
Gunawan dan erdeni pulang duluan. Kata johandri. Mungkin karena terlalu lama menunggu atau ada agenda lain.
Johandri terlihat beberapa kali menelpon paspampres. Gak bisa lin. Mba yang memfasilitasi kita sedang didalam gor sedangkan pak andi malarangeng sudah berada dengan sby. Kita juga tidak mungkin langsung menemuinya tanpa perantara.
Jadi kita gak jadi ketemu nih!kataku. yah gak papalah jawabnya.
Kekhawatiran saya tentang cuaca terbukti. Hujan yang sangat deras menjadi salah satu factor kami tidak bisa meninggalkan tenda tempat kami berteduh Karena jika kita nekat pergi pastilah kita akan basah.
Tak lama kemudian, tepukan tangan memecah keheningan ditengah hujan yang sangat deras. Sby keluar dari gedung serbaguna. Namun sayang sekali sby dan ani budhiono langsung memasuki mobil. Hujan yang deras tidak memungkinkan pak sby membuka jendela mobilnya. Tapi saya cukup jelas melihat beliau melambaikan tangannya.
Masyarakat mulai bubar. Namun hujan tak kunjung berhenti malahan tambah deras. Saya dan johandri tidak berpindah dari tempat kami berteduh. Ditengah hujan yang deras, tiba-tiba ada ibu yang kelihatan sekali dari wajahnya menyesali sesuatu. Ibu tersebut bertanya apakah ada yang melihat anak usia tahun menggunakan baju hijau. Bapak disamping saya menjawab tidak dan menyarankan ibu itu melapor kepanitia. Namun kelihatannya ibu itu sangat menyesal. Anaknya hilang ketika menyeberangi parit ketika masyarakat berlarian ingin bertemu dengan sby.
Masih dalam kondisi hujan, saya melapor ke panitia dekat gerbang utama masuk pasar rakyat. Pakaian saya basah semua termasuk yang didalam hingga saya menggigil karena kedinginan.
Johandri lalu mengajak ke stand akh risdian. Salah satu sahabat kami yang ikut membuka stand dan menjual aksesoris.
Tak lama kami sudah berada diwarung makan. Eh..saya cukup kaget disana saya bertemu dengan pak hasby (pembantu dekan 1). Bakso sudah siap dilahap dan yammmmmmm….
Rasa dingin dan kecewa sedikit terobati dengan semangkuk bakso.he..he..he
Setelah makan, kami langsung pulang…
Itulah sedikit cerita tentang SBY dan semangkuk bakso

baca selengkapnya disini

Sunday, July 12, 2009

Join the Organization


While almost the student of university is enjoying their life at University ( I mean with their dialy activities like learning, playing or going somewhere) I do different thing. I chose to join with student organanization. I fulfil my day with learning. Learn to understand my self and another people. With their character and their behavior. It is not easy guys..
Fact, I will come back to my family and my society. Than I thouht if I don't have any skill to adopted with them, I will be un usefully man like almost alumnus. The reality teaches me that every year, the university births a jobless event they are strata 1 (sarjana)

I believe what I do to day will influence my day later..




baca selengkapnya disini

Bercerita tentang kegiatan ekstrakulikuler di kampus..


Sunday, July 12, 2009. Saya merupakan salah satu anggota thifan po khan tsufuk. Kami biasa latihan pekan pagi jam 7.00 didepan halaman pertanian kampus universitas mulawarman.
Pagi ini saya sangat bergembira karena tidak seperti biasanya anggota thifan banyak yang hadir. Kalau biasanya yang hadir paling banyak 10 an orang saja, kali ini hampir 25 orang. Malahan beberapa anggota yang berasal dari luar samarinda (bontang) juga hadir latihan bersama.
Kami memulai latihan dengan pemanasan dan jogging berkeliling kampus universitas mulawarman. Setelah itu kami menghafal atau mengulang-ulang jurus yang sudah diberikan pembibing kami pada latihan sebelumnya.
Pembimbing kami bernama ustadz wasis riyanto. Beliau adalah alumni universitas mulawarman fakultas kehutanan. Beliau merupakan murid pertama thifan untuk wilayah Kalimantan.


Setelah melatih dan mengulang-ulang jurus, kami melakukan pengerasan.
Cara yang pertaman adalah dilakukan dengan berpasangan. Masing-masing kami secara bergantian memukul dada dan perut pasangan kami. Setelah dada dan perut, bagian kanan dan kiri berut dan dilanjutkan dengan membenturkan kedua tangan. pengerasan ini dimaksudkan agar kita tahan dipukul dan menangkis serangan lawan.
Setelah pengerasan maka kita diminta kembali melanjutkan memperbaiki gerakan-gerakan yang sudah diberikan. Kalau pembimbing melihat gerakan kita sudah bagus, maka jurus kita akan ditambah dengan jurus atau gerakan yang baru..
Nha pada season ini yang paling seru. Yaitu turgol atau adu satu lawan satu.
Pada season ini saya dan saudara saya nana pasti berpasangan. Selain karena tingkatan kami memang sama, juga karena poster tubuh kami yang sama.
Beberapa kali kami turgol pasti selalu saja ada yang sakit. Tadi waktu saya turgol dengan dia, perut bagian kiri yang berisi tulang saya kena pukulan keras sehingga sampai sekarangpun masih terasa. Kalau dia kena tendangan saya dibagian perut dan pantatnya. Sempat juga dibagian kemaluan. Beberapa anggota tubuh kami memar dan membiru. Tapi itu sudah menjadi hal yang biasa buat kami bahkan banyak yang lebih parah sampai berdarah-darah..
Alhamdulillah setiap pekan latihan rutin yang kami lakukan membuat mental kami semakin bagus. Tidak takut pada siapapun selain Allah. Karena nilai plusnya bergabung si thidan ini selain sehat, jasad kuat, punya keahlian juga dekat dengan sang pencipta karena setelah latihan kami senantiasa mendapatkan nasehat-nasehat penggugah semangat..
Semoga thifaner di seluruh nusantara juga tetap istiqamah…



baca selengkapnya disini

Dont touch my Fish